Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

#kelaSelasa Edisi 2 Juni 2014

- #kelaSelasa dimulai lebih awal :)

- Produk jurnalistik adalah produk kreatif, bukan repetitif. 3 proses: reporting, interviewing, writing #kelaSelasa

- Sengaja tak di-Indonesiakan krn interviewing tak sekadar tanya-jawab atau wawancara. Interview itu bertukar pikiran #kelaSelasa

- Jenis interview: testimonial (kesaksian), simposium (narasumber banyak utk sebuah masalah), profil #kelaSelasa

- Interview pasti butuh narasumber. Ia adalah: yg mengalami, yg menyaksikan, yg dianggap paling tahu, yg berwenang.... pakar #kelaSelasa

- Wartawan kerap melompat ketika memilih narasumber. Pembunuhan di Condet narasumbernya Kapolda Metro Jaya #kelaSelasa

- Atau melompat ke pakar, seperti kriminolog. Ada kehilangan motor di Menteng wawancaranya Usman Hamid dari Kontras :) #kelaSelasa

- Interview profil perlu persiapan karena perlu bekal, paling tidak biodata narasumber #kelaSelasa

- Tips paling tua adl mematikan rekaman saat benar-benar telah berpisah dari narasumber, untuk antisipasi kutipan menarik di akhir #kelaSelasa

- Rujukan bagus interview bagus salah satunya "Interview with History" oleh Oriana Fallaci #kelaSelasa

- Tukar pendapat dlm interview tak berarti wartawan mendominasi narasumber. Tugas dia mendengarkan dan menggali informasi #kelaSelasa

- Interview mungkin lebih tepat dipadanankan dg perbincangan, dg pokok tertentu, shg obrolan mengalir #kelaSelasa

- Larangan selama wawancara: lihat notes, lihat jam, menanyakan status jawaban on/off selama narasumber tak menegaskannya #kelaSelasa

- Agar obrolan mengalir, tentu saja memastikan narasumber tak menganggap wartawan itu sebagai ancaman #kelaSelasa

- REMINDER: wartawan harus tahu segala sesuatu dan segala tahu tentang sesuatu #kelaSelasa

- REMINDER: jurnalisme, juga ilmu pengetahuan, dihidupi oleh pertanyaan. Pertanyaan berhenti, keduanya mati #kelaSelasa

- Demikianlah #kelaSelasa di Senin malam.

Minggu, 16 Februari 2014

#kelaSelasa Edisi 4 Februari 2014

- Mari berkhidmat pada #kelaSelasa

- Kekaguman dan ketakjuban pada narasumber bisa menumpulkan daya kritis wartawan ketika wawancara #kelaSelasa

- Padahal dua modal wartawan: kritis dan curious. Jika hilang dua ini, jurnalisme menjadi cacat #kelaSelasa

- Sebaliknya, kebencian juga bisa menjerumuskan wartawan pada kenyinyiran yang menjengkelkan #kelaSelasa

- Jadi patokannya itu saja: kritis dan skeptis. Dua modal ini bisa memungkinkan wawancara bisa lengkap, bahkan mengungkap #kelaSelasa

- Ada 3 jenis wawancara: simposium, testimonial, profil. Hal2 mendasar dlm wawancara: nama narasumber, usia, pekerjaan, sekolah #kelaSelasa

- Jika tak kritis dan skeptis, karena kagum atau benci kepada sumber itu, hal-hal mendasar dlm wawancara bisa terabaikan #kelaSelasa

- Untuk media cetak, hal mendasar itu penting, agar tulisan dan narasumber tetap punya "wajah", agar tak dilibas televisi #kelaSelasa

- Tanpa kritis dan skeptis, seorang wartawan bisa memesan spageti ketika meliput restoran Prancis. Untung bukan sop buntut #kelaSelasa

- Tulisan bagus ditopang bahan yang lengkap. Bahan lengkap ditentukan saat wawancara. Wawancara baik jika kritis dan skeptis #kelaSelasa

- Bahan lengkap saja belum tentu tulisan jadi bagus, apalagi bahannya tak lengkap #kelaSelasa

- Contoh tulisan kisruh. Sudah jadi mayat masih ditembak, dikejar pula #kelaSelasa

- Sekian dulu #kelaSelas. Selamat merayakan makan siang

Rabu, 27 November 2013

#kelaSelasa Edisi 26 November 2013

- Dua Selasa terlewat tanpa #kelaSelasa. Jadi mari berkhidmat bersama kopi yang tak terlalu pekat

- Selasa yang dingin dan cuaca redup tiba-tiba... #kelaSelasa

- kata penghubung kadang membuat kalimat tak tangkas. Jika "dan" dibuang akan lebih padat: Selasa yang dingin, cuaca redup tiba2 #kelaSelasa

- Kutipan nara sumber banyak melanggar kaidah bahasa. Kewajiban wartawan membenarkannya. Misal, aslinya "What is a name?" #kelaSelasa

- Mestinya diubah menjadi "Whats in a name" #kelaSelasa

- Holopis kuntul baris itu ungkapan Bung Karno untuk gotong royong atau vivere pericoloso (tahun-tahun gawat) #kelaSelasa

- Kisi-kisi sekarang diartikan outline. "Apa kisi-kisi pidatonya?" Padahal artinya ventilasi, jeruji, jari-jari roda.. #kelaSelasa

- Tak bnyk org yg omongannya layak kutip, kalimatnya tak menyalahi kaidah bahasa. Wartawan mengoreksi tanpa mengaburkan maknanya #kelaSelasa

- Bahasa lisan beda dg bahasa tulis. Dlm lisan subjek bisa kabur tapi kita tetap bisa paham, ketika jadi teks bisa kacau #kelaSelasa

- Resensi itu (buku, film, teater, seni rupa) adalah tinjauan kritis, bukan sinopsis. Buku, misalnya, dibahas gaya penulis #kelaSelasa

- Di majalah Tempo ada penulis luar yang menulis: "eskalasi kepedihan". Kesannya keren, padahal ga jelas #kelaSelasa

- Biarlah omongan tak jelas hanya milik Asmuni. "Maka dari justru tiba-tiba angkas menghiba kepada tuan yang sekonyong..." #kelaSelasa

- Asmuni bisa 5 menit ngomong tak jelas. Ujungnya digaplok Tarsan. Tp kita ngakak krn lucu. Kalo penulis kalimatnya tak jelas? #kelaSelasa

- Ada kesan para penulis membuat frase gagah, meski tak jelas, lalu merasa keren ketika dikutip banyak orang #kelaSelasa

- Oya, #kelaSelasa dikumpulkan oleh mas @fahmialby, mahasiswa IPB, di blog http://jurnalkelaselasa.blogspot.com/ Terimakasih...

- Dan sekian #kelaSelasa. Mari merayakan makan siang

Minggu, 24 November 2013

#kelaSelasa Edisi 10 April 2012

- Sekarang waktunya #kelaSelasa

- Narasumber berita itu ada kategorinya: 1. mrk yg mengalami; 2. Mrk yg menyaksikan; 3. Mrk yg tahu bnyk; 4. Yg brwenang; 5. Pakar #kelaSelasa

- Soal "pakar" mesti hati2 krn di Indonesia bnyk org mengaku pakar #kelaSelasa

- Krn itu "pakar" ditaruh paling bawah sbg narasumber berita #kelaSelasa

- Reminder: menulis apapun, jangan lupa 5W+1H. Prinsip tua sekali dlm jurnalisme, tp begitulah hukumnya #kelaSelasa

- Misalnya, jika ada pembunuhan di Bojongkenyot, tak perlulah langsung wwcr kriminolog #kelaSelasa

- Pewawancara yg bagus adalah yg bisa menyiapkan jawaban. Krn dr situ pertanyaan berikutnya bisa disiapkan #kelaSelasa

- Para penulis rubrik Seni, tetaplah jd wartawan, yg melaporkan peristiwa, bukan kritikus yg menganalisis aplagi turut jd seniman  #kelaSelasa

Selasa, 19 November 2013

#kelaSelasa Edisi 9 Juli 2013

- tiba masanya #kelaSelasa

- dalam tulisan, kalimat pertama sangat menentukan. jika payah, biasanya kalimatnya selanjutnya juga payah #kelaSelasa

- hati-hati memakai "setelan". Mis: setelan jas birunya masih kaku. Ini salah karena setelan itu merangkap celana #kelaSelasa

- .. setelan jas birunya kaku. ini juga kalimat tak jelas: yg kaku itu "nya" atau jasi biru #kelaSelasa

- ciri-ciri tulisan miskin itu cara berceritanya awam, analisisnya dangkal, dan narasumbernya anonim #kelaSelasa

- kalimat pertama itu tak perlu hebat, sederhana, biasa, lancar, tapi tidak klise. Sederhana tapi klise: rumah itu bercat hitam... #kelaSelasa

- dalam feature, faktor magnitude bisa diabaikan, karena jenis tulisan ini berupaya menggapai dramatisasi #kelaSelasa

- sebuah feature bisa hanya bercerita ttg anak kecil yg hancur kakinya akibat gempa. hilang kaki itu untuk melukiskan horor gempa #kelaSelasa

- gempa dg banyak korban jiwa tentu bencana & tragedi, feature memotretnya sngt fokus pd sbuah kisah u/ mendeskripsikan itu #kelaSelasa

- menulis bagus itu biasanya dimulai dengan membaca bagus #kelaSelasa

- karena itu tulisan bagus tak bosan2 dibaca #kelaSelasa

Wawancara

- dalam wawancara, kagum kpd narasumber bisa mematikan sikap kritis, tp terlalu kritis jg bisa terjerumus pada nyinyir #kelaSelasa

- maka sebaik2nya wawancara adalah diskusi. mendudukkan narasumber pd tempatnya tnp mengurangi hak wartawan bertanya #kelaSelasa

- ada 3 jenis wawancara: profil, simposium (bnyk narasumber lalu disimpulkan--jurnalisme benang merah :)), testimonial (kesaksian) #kelaSelasa

- demikianlah #kelaSelasa. selamat makan siang bagi yang tak berpuasa hari ini