- #kelaSelasa dimulai lebih awal :)
- Produk jurnalistik adalah produk kreatif, bukan repetitif. 3 proses: reporting, interviewing, writing #kelaSelasa
- Sengaja tak di-Indonesiakan krn interviewing tak sekadar tanya-jawab atau wawancara. Interview itu bertukar pikiran #kelaSelasa
- Jenis interview: testimonial (kesaksian), simposium (narasumber banyak utk sebuah masalah), profil #kelaSelasa
- Interview pasti butuh narasumber. Ia adalah: yg mengalami, yg menyaksikan, yg dianggap paling tahu, yg berwenang.... pakar #kelaSelasa
- Wartawan kerap melompat ketika memilih narasumber. Pembunuhan di Condet narasumbernya Kapolda Metro Jaya #kelaSelasa
- Atau melompat ke pakar, seperti kriminolog. Ada kehilangan motor di Menteng wawancaranya Usman Hamid dari Kontras :) #kelaSelasa
- Interview profil perlu persiapan karena perlu bekal, paling tidak biodata narasumber #kelaSelasa
- Tips paling tua adl mematikan rekaman saat benar-benar telah berpisah dari narasumber, untuk antisipasi kutipan menarik di akhir #kelaSelasa
- Rujukan bagus interview bagus salah satunya "Interview with History" oleh Oriana Fallaci #kelaSelasa
- Tukar pendapat dlm interview tak berarti wartawan mendominasi narasumber. Tugas dia mendengarkan dan menggali informasi #kelaSelasa
- Interview mungkin lebih tepat dipadanankan dg perbincangan, dg pokok tertentu, shg obrolan mengalir #kelaSelasa
- Larangan selama wawancara: lihat notes, lihat jam, menanyakan status jawaban on/off selama narasumber tak menegaskannya #kelaSelasa
- Agar obrolan mengalir, tentu saja memastikan narasumber tak menganggap wartawan itu sebagai ancaman #kelaSelasa
- REMINDER: wartawan harus tahu segala sesuatu dan segala tahu tentang sesuatu #kelaSelasa
- REMINDER: jurnalisme, juga ilmu pengetahuan, dihidupi oleh pertanyaan. Pertanyaan berhenti, keduanya mati #kelaSelasa
- Demikianlah #kelaSelasa di Senin malam.
Tampilkan postingan dengan label jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2014
Selasa, 06 Mei 2014
#kelaSelasa Edisi 22 April 2014
- #kelaSelasa, setelah lama tertunda...
- Tulisan perjalanan tak sekadar piknik. Penulis berkunjung ke sana lalu menuliskan kesannya. Syaratnya: unik, menarik, spesifik #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan jg bukan tulisan selayang pandang, spt pd brosur. Ia sebuah cerita yg tak sekadar data & angka tempat itu #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan tetap saja tulisan jurnalistik. Ia terikat rukun: reportase + wawancara #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan memberi perspektif ttg objeknya, sekaligus memandu pembaca jika ingin ke sana #kelaSelasa
- Pendeknya, tulisan perjalanan adalah fetaure, seperti sebuah cerita pendek #kelaSelasa
- Konon, tradisi pejabat ngasih amplop kpd wartawan dimulai zaman T.D Pardede, Menteri Urusan Berdikari era Kabinet Dwikora. #kelaSelasa
- Karena urusannya berdikari, T.D Pardede tak diberi kantor dan anggaran. Asistennya dia gaji sendiri :) #kelaSelasa
- Kabinet Dwikora berisi 107 menteri, memerintah 24 Februari-28 Maret 1966. Ada menteri hubungan pemerintah dengan alim ulama #kelaSelasa
- Kabinet Dwikora II ada orang asingnya. David Chen Chung, Menteri Ciptakarya dan Konstruksi. Dia intel Hongkong yg mau ditangkap #kelaSelasa
- Di zaman aneh tahun 1960-an, selain orang asing yg tak bisa bahasa Indonesia, ada juga menteri yg buta huruf: Letkol Sjafei #kelaSelasa
- Letkol Sjafei, Menteri Khusus Urusan Keamanan, punya anak buah preman2 Jakarta #kelaSelasa
- Demikianlah #kelaSelasa. Terimakasih bagi yg menyimak...
- Tulisan perjalanan tak sekadar piknik. Penulis berkunjung ke sana lalu menuliskan kesannya. Syaratnya: unik, menarik, spesifik #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan jg bukan tulisan selayang pandang, spt pd brosur. Ia sebuah cerita yg tak sekadar data & angka tempat itu #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan tetap saja tulisan jurnalistik. Ia terikat rukun: reportase + wawancara #kelaSelasa
- Tulisan perjalanan memberi perspektif ttg objeknya, sekaligus memandu pembaca jika ingin ke sana #kelaSelasa
- Pendeknya, tulisan perjalanan adalah fetaure, seperti sebuah cerita pendek #kelaSelasa
- Konon, tradisi pejabat ngasih amplop kpd wartawan dimulai zaman T.D Pardede, Menteri Urusan Berdikari era Kabinet Dwikora. #kelaSelasa
- Karena urusannya berdikari, T.D Pardede tak diberi kantor dan anggaran. Asistennya dia gaji sendiri :) #kelaSelasa
- Kabinet Dwikora berisi 107 menteri, memerintah 24 Februari-28 Maret 1966. Ada menteri hubungan pemerintah dengan alim ulama #kelaSelasa
- Kabinet Dwikora II ada orang asingnya. David Chen Chung, Menteri Ciptakarya dan Konstruksi. Dia intel Hongkong yg mau ditangkap #kelaSelasa
- Di zaman aneh tahun 1960-an, selain orang asing yg tak bisa bahasa Indonesia, ada juga menteri yg buta huruf: Letkol Sjafei #kelaSelasa
- Letkol Sjafei, Menteri Khusus Urusan Keamanan, punya anak buah preman2 Jakarta #kelaSelasa
- Demikianlah #kelaSelasa. Terimakasih bagi yg menyimak...
Rabu, 20 November 2013
Selingan : Edisi #Bloombergway
#BloombergWay adalah panduan jurnalistik kelompok media Bloomberg di AS yg di yg ditulis Matthew Winkler, pemimpin redaksi Bloomberg News.
Berikut ini 10 prinsip #BloombergWay
1. Bukan berita jika tak benar. Akurasi adalah prinsip terpenting dlm jurnalisme. #BloombergWay
2. Berita bukan komoditas. Sebab setiap berita itu unik. Wartawan membuatnya kian menarik, dg tetap setia kpd fakta. #BloombergWay
3. Kata2mu a/ wajah & karaktermu. Standar tinggi pd diksi, ketat dlm verifikasi #BloombergWay
4. Tunjukkan, bukan katakan. Pake kata benda & kerja, hindari kata sifat. Backup narasi & opini dg fakta, gambar, anekdot. #BloombergWay
5. Berita sbg kejutan. Apa yg kita tau hr ini, tak kita tau kmrn. Susun fakta dg jawaban atas pertanyaan paling penting. #BloombergWay
6. Tokoh. Makin terkenal tokoh berita, kian luas pembacanya. Org suka membaca/dengar ttg cerita org lain--pelaku or korban. #BloombergWay
7. Kembangkan terus setiap berita. Sebab setiap berita selalu menyimpan banyak cabang cerita. #BloombergWay
8. Follow the money. Ungkap makna di balik fakta. #BloombergWay
9. Satu cerita untuk semua. Menulis dg gaya yg enak dibaca shg setiap orang mudah mencernanya. Tak dangkal, tak menggurui. #BloombergWay
10. Cek ricek. Menyiapkan liputan dan tulisan dg akurat akan menghasilkan opini dan berita yg dibutuhkan pembaca. #BloombergWay
Demikianlah #BloombergWay. Baru prinsipnya. Ada 4 bab lg ttg detil menulis dan edit. Kurang lebihnya mohon maaf.
Berikut ini 10 prinsip #BloombergWay
1. Bukan berita jika tak benar. Akurasi adalah prinsip terpenting dlm jurnalisme. #BloombergWay
2. Berita bukan komoditas. Sebab setiap berita itu unik. Wartawan membuatnya kian menarik, dg tetap setia kpd fakta. #BloombergWay
3. Kata2mu a/ wajah & karaktermu. Standar tinggi pd diksi, ketat dlm verifikasi #BloombergWay
4. Tunjukkan, bukan katakan. Pake kata benda & kerja, hindari kata sifat. Backup narasi & opini dg fakta, gambar, anekdot. #BloombergWay
5. Berita sbg kejutan. Apa yg kita tau hr ini, tak kita tau kmrn. Susun fakta dg jawaban atas pertanyaan paling penting. #BloombergWay
6. Tokoh. Makin terkenal tokoh berita, kian luas pembacanya. Org suka membaca/dengar ttg cerita org lain--pelaku or korban. #BloombergWay
7. Kembangkan terus setiap berita. Sebab setiap berita selalu menyimpan banyak cabang cerita. #BloombergWay
8. Follow the money. Ungkap makna di balik fakta. #BloombergWay
9. Satu cerita untuk semua. Menulis dg gaya yg enak dibaca shg setiap orang mudah mencernanya. Tak dangkal, tak menggurui. #BloombergWay
10. Cek ricek. Menyiapkan liputan dan tulisan dg akurat akan menghasilkan opini dan berita yg dibutuhkan pembaca. #BloombergWay
Demikianlah #BloombergWay. Baru prinsipnya. Ada 4 bab lg ttg detil menulis dan edit. Kurang lebihnya mohon maaf.
Langganan:
Postingan (Atom)
